Jumat, 20 Januari 2012

Pesut, Where are you!?

Oke. Kemarin, waktu lagi ngobrol bareng temen-temen tentang Samarinda, jadi keingatan sama yang namanya Ikan Pesut. Nah, aku mau ceritain tentang ikan Pesut ke sobat-sobat sekalian... :)

Ikan Pesut berbeda dengan mamalia air pada umumnya, seperti ikan luma-lumba dan paus. Ikan yang punya nama latin Orcaella Brevirostis ini, hidup di sungai-sungai daerah tropis. Dan ternyata, populasi satwa langka yang dilindungi Undang-undang ini hanya ada di 3 lokasi di dunia, yaitu Sungai Mahakam, Sungai Mekong di Vietnam dan Sungai Irrawadi di Myanmar. Wah, ternyata ikan ini sangat langka, ya sob!

Ikan ini juga masih masih satu kerabat dengan lumba-lumba dan Paus pembunuh. Jadi, nggak heran kalau ikan ini memiliki kesamaan ciri dengan lumba-lumba.

Ikan ini punya ciri-ciri seperti : kepalanya bulat seperti umbi, matanya kecil dan bulat (lucu,yah! ^^) dan pada umumnya badannya berwarna biru keabu-abuan. Biar lebih jelas... nih, Aku kasih fotonya!

Lucu yah! ^^
 
 Pesut dapat mencapai panjang 2,3 meter dan berat 130 kg setelah mencapai umur dewasa. Pesut, dianggap mencapai umur dewasa ketika berumur 7 sampai 9 tahun, dikarenakan, sudah memasuki usia kematangan seksual. By the way, ternyata pesut juga bisa berumur sampai 30 tahun! Widih...

Ikan Pesut mempunyai kemampuan penglihatan yang lemah. Ditambah lagi, di Samarinda 'kan dia hidup di kondisi sungai yang berlumpur. Yah, bisa dibilang keruh gitu deh... Eit! tapi jangan salah, sob! Ikan Pesut ini ternyata lincah dalam menghadapi rintangan-rintangan di sungai. Ini karena ikan pesut adalah hewan yang memiliki kemampuan ultrasonik sama seperti lumba-lumba. Ultrasonik adalah getaran yang memiliki diatas frekuensi 20 kHz.Tentu saja, manusia gak bisa dengar gelombang ultrasonik ini, karena frekuensinya yang tinggi. Sementara manusia hanya bisa mendengar getaran dengan frekuensi 20 Hz - 20 kHz.

Tapi...
Sekarang keberadaan ikan yang menakjubkan ini udah sangat langka, sobat. Bahkan, ikan pesut menempati tempat tertinggi satwa indonesia yang hampir punah. Percaya nggak percaya nih, berdasarkan sumber yang aku dapetin jumlah populasi hewan ini tinggal 50 ekor aja!? What!!?? Padahal nih, sob, menurut Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) Kaltim, sejumlah penduduk Samarinda menyebutkan bahwa di tahun 1970-an, Ikan Pesut masih sering dijumpai di depan kantor Gubernur Kaltim.

Kantor Gubernur Kaltim 


Sayang banget, 'kan sobat? :( bagi generasi kita, sudah menjadi kesempatan yang langka untuk melihat ikan pesut.

Hal - hal yang bisa menyebabkan ikan pesut punah adalah sebagai berikut :

1. Kini, arus lalu lintas sungai Mahakam sudah mulai padat, hal ini menyebabkan beberapa Pesut terhempas 
    atau bahkan tergiling di baling-baling kapal besar yang melintas.
2. Sumber makanan ikan pesut yang berupa ikan-ikan pesut makin menipis. Di sebabkan persaingan dengan
    para nelayan-nelayan sungai.
3. Perburuan ikan pesut, karena ada beberapa kelompok warga yang percaya bahwa daging, tulang dan 
    beberapa bagian tubuh ikan pesut lainnya bermanfaat.
4. Perusakan habita Ikan Pesut yang dapat dipengaruhi oleh aktifitas masyarakat di pinggir sungai.

Wah.. sobat.Tentu, menghadapi hal tersebut, pemerintah nggak cuma berpangku tangan. Kini, pemerintah telah mengusahakan untuk menyelamatkan ikan pesut ini dari kepunahan. Pemerintah bekerja sama degan para peneliti pesut di Universitas Mulawarman, bahkan didatangkan seorang peneliti dari Amerika yang bernama Brian Smith, untuk menyelidiki nasib ikan kebanggaan Samarinda itu sekarang.

Ini dia, para peneliti ikan Pesut.

Nah, kalian mau nggak ikut serta menyelamatkan ikan pesut???
Oke. Sebagai pelajar, kita harus melakukannya dari langkah yang paling kecil dulu deh! Ingat! Hal kecil akan mengawali sesuatu yang besar! Contohnya aja... nggak membuang sampah sekecil apapun sembarangan ke sungai, dan nggak ikut-ikutan mengotori habita ikan pesut yang kita sayangi dan kita banggakan ini... :)